Kamis, 23 April 2020

Kembalinya Sang Legenda


Siapa yang tak kenal dengan salah satu PO legenda ini. Berlivery dominan hijau dengan gambar naga sebagai ciri khasnya. Lalu berubah menjadi livery doreng, berubah lagi dengan livery ala Gunung Harta. Sempat kembali ke livery Hijau dengan gambar naga dan ada hijau dengan striping merah dan kuning, lalu dia menghilang. Yups, Dahlia Indah, sang raja jalanan pada masanya. Melayani trayek jauh, Blitar - Tulungagung - Kediri - Solo - Yogya - Purwokerto dengan kelas Ekonomi Non AC, bersaing dengan raja jalanan lain dari Kediri yaitu si saudara kembar Hasti dan Jaya Raya, duet saudara yang mampu mengimbangi sang naga dari kota marmer kala itu. PO Seperti Sumber Kencono, Eka, Mira, Mapan, Jaya Utama, dan Trigaya tak mampu mengalahkan duet plat AG itu.

Tak ada gading yang tak retak, kehancuran menghampiri keduanya. Hasti tak mampu terus "Balapan" di jalur tengkorak ini. Armadanya perlahan - lahan habis karena seringnya terlibat kecelakaan. Hal serupa juga menghinggapi sang saudara Jaya Raya, ditimpa masalah yang sama sehingga mereka terpaksa mundur dari medan pertempuran. Di jalur yang sangat gemuk ini akhirnya menyisakan sang naga "Dahlia Indah. Namun sayang dia sepertinya gagal memanfaatkan keuntungan sebagai pemain tunggal. Berbeda dengan rivalnya, Dahlia Indah tidak hancur karena laka, namun hancur karena blunder yang dilakukannya. Mulai dari tarif yang terkesan ngawur khas bus setoran dan pelayanan yyang sangat kurang memuaskan konsumen membuat PO ini ditinggalkan konsumennya. Yang paling mengagetkan, dari beberapa sumber mengatakan ulah crew yang mencampur solar dengan minyak tanah bahkan minya goreng, mengakibatkan armadanya tidak mampu bersaing lagi dengan kecepatan pesaing lain seperti Sumber Grup dan Eka-Mira dengan armada gressnya. Armadanya hancur satu persatu sehingga jumlahnya semakin berkurang.

Salah satu unit ATB Dahlia Indah


Sempat menurunkan pasukan ATB, namun sayangnya sudah terlambat. Stigma di konsumen mengenai PO ini terlanjur buruk. Suka ngetem lama dan tarif ngawur membuat orang berpikir 2 kali untuk menggungakan jasanya. Konsumen lebih memilih mengoperkan diri, dengan naik Harapan Jaya/Pelita Indah menuju Kertosono/Braan/Mengkreng lalu oper bis menuju Solo/Yogy/Purwokerto dengan Sumber Grup atau Eka-Mira. Jika perilaku konsumen terus - terusan seperti itu, trayek Blitar - Purwokerto, trayek yang telah membesarkan nama Dahlia Indah terancam mati.


Sebenarnya Dahlia Indah memiliki trayek lain. Ponorogo - Tulungagung - Malang - Denpasar, trayek yang sampai saat ini masih hidup. Namun sudah di lepas oleh Manajemen Dahlia Indah ke tangan Madjoe Group, ntah tahun berapa trayek itu dilepas. Madjoe Group sempat mempertahankan nama Dahlia Indah untuk trayek itu sebelum berubah menjadi Madjoe Berlian, bahkan sekarang menggunakan armada ATB untuk bisa tetap bersaing. Namun sayangnya tryek itu harus dipotong hanya sampai Tulungagung, dikarenakan sistim driver engkel membuat stamina driver bener - bener terkuras, bahkan ada beberapa yang mengatakan, armada - armada itu tidak ada yang full trip sampai denpasar, mungkin hanya sampai Malang atau Jember saja, untuk ke pulau Dewata dimulai armada yang perpal/parkir Jember sajja. Ya efek driver engkel, dari pada memaksakan lebih baik semaksimalnya saja. Disisi lain pemotongan trayek itu karena Madjoe Group memiliki garasi sendiri di Tulungagung, sehingga memudahkan untuk parkir atau perawatan.

Armada Divisi Denpasar Kala itu

Majoe Berlian

Dahlia Indah juga sempat menyebrang ke pulau andalas. Namun untuk divisi Sumatra, armadanya ditempatkan di Garasi yang ada di daerah Kebakkramat, Solo. Dengan livery bunga namun tetap dominan warna hijau, Dahlia Indah mencoba menaklukkan pulau Sumatra. Dibeberapa sumber mengatakan bukan hanya sampai Lampung/Palembang/Pekanbaru saja, tapi dengan layanan Ekonomi Non AC alias Bumel, Dahlia Indah juga masuk sampai Medan bahkan Aceh. Sesuatu yang sangat luar biasa dan sangat layak PO ini menjadi Legenda.
Salah satu unit divisi Sumatra

Salah satu unit Trenggalek - Blitar

Bukan hanya itu, Dahlia Indah juga memiliki trayek Blitar - Tulungagung - Trenggalek, namun trayek itu akhirnya harus dilepas dan Sido Mulyo menjadi operator trayek tersebut. Juga sempat masuk Surabaya dengan trayek Trenggalek - Kertsono - Surabaya (Mungkin trayek eks Putra Jaya karena ditiket bergambar bus Putra Jaya) dan melalui jalur sedikit berbeda. Tulungagung - Blitar - Malang - Surabaya, trayek yang berbeda dengan kompetriornya masa itu dan ntah trayek ini masih ada atau sudah dilepas ke PO lain. Karena di Terminal Gayatri sekarang tidak ada PO yang melayani trayek itu. Dan sekarang hanya cerita dan beberapa foto karcisnya saja yang bisa dinikmati, foto armada yang melayani trayek itu sangat sulit ditemukan. Ya efek keterbatasan teknologi di masa lampau, membuat jarang yang mendokumentasikan.
Karcis Tulungagung - Surabaya via Malang

Karcis Trenggalek - Surabaya Via Kertosono


Bukan hanya bus reguler saja, Dahlia Indah juga bermain di bus appron / bus bandara. Unitnya sangat banyak yang digunakan oleh Lion Air dan Air Asia. Mungkin sumber penghasilan utama perusahaan ini justru di sektor ini. Karena Dahlia Indah teribilang sukses disektor ini sampai sekarang. Dahlia Indah juga memiliki karoseri sendiri, S9mbilan Kaoseri. Masih satu atap dengan garasi tempat parkir bus, perawatan body bus dilakukan sendiri. Ntah itu perbikan kecil atau rombak body secara total. Banyak bus bandara yang dirombak di karoseri ini, ya karena kekuatan Dahlia Indah saat ini di bus bandara. Sehingga setelah beberapa tahun bertugas di bandara, beberapa unit harus pulang ke garasi dan diputuskan apakah kembali ke bandara dengan beberapa perbaikan atau pindah divisi menjadi reguler atau direbody terus dijual atau dikilokan. Armada garapan sendiri memang keren - keren, jadi tidak dipungkiri jika Dahlia Indah sangat kuat disini.
Salah satu unit kreasi S9mbilan Karoseri


Namun sayang berbeda dengan divisi reguler, benar - benar sepi. Trayek ke sumatra akhirnya non aktif, trayek purwokeronan juga di ujung tanduk. Satu atau dua armada setiap harinya parkir dan berangkat dari Teminal Gayatri, namun hanya satu dua seat saja yang bertuan, bahkan tak jarang terlihat ngglondang tanpa penumpang ketika berangkat. Lambat laun armadanya sulit ditemukan terparkir di Terminal Gayatri, bahkan yang eks Harapan Jaya kabarnya sudah terjual, dan aku menemuinya menjadi bus karyawan. Benar - benar mati trayek Blitar - Purwokerto, ditambah lagi masukunya Rosalia Indah (Malang - Blitar - Solo - Yogya - Purwokerto - Cilacap) dan Harapan Jaya (Blitar - Tulungagung - Kediri - Solo - Yogya - Magelang), membuat kondisinya semakin terpuruk.



Seperti ada cahaya kedua, sang legenda kembali lagi. Dengan membeli unit bekas PO lain dan sedikit dipoles oleh karoseri S9mbilan, dia kembali lagi. Bersih - bersih garasi dilakukan, armada - armada saksi sejarah kejayaan yang telah lama tertidur dikirim ke tempat "penjagalan" di Jombang. Namun ada yang sedikit berbeda di moment comeback nya. Stiker Cepat dikaca depan dan unit ber AC, mengindikasikan Dahlia Indah tak lagi bermain di kelas Ekonomi Non AC. Beberapa unit eks Sindoro Satria Mas dan beberapa unit eks Bandara yang direbody setiap harinya berangkat dari Terminal Gayatri. Trayek yang dilayani pun berbeda, tak lagi ke Purwokerto. Dikaca depan tertulis jelas "JAKARTA", menghidupkan kembali trayek Jakartanan yang dimilikinya. Tak berhenti sampai disitu, dibeberapa agen Terminal Gayatri tertulis Dahlia Indah. Seperti menunjukkan dia benar - benar kembali dengan wajah dan semangat baru. Semoga Dahlia Indah bisa kembali sukses dan meraih kejayaanya.

Saksi bisu kejayaan Dahlia Indah tempo dulu. 

Kembali dengan wajah dan layanan baru. 

Senin, 20 April 2020

Dari Hijau ke Ungu


Cukup sulit mencari arsip untuk topik kali ini. Keterbatasan alat dokumentasi di masa lalu dan tidak diunggahnya koleksi pribadi menambah sulit untuk dijadikan literasi. Dahlia Indah, PO yang berhombase di dekat kampus STKIP Tulungagung ini siapa yang tidak tau. Pada masanya benar - benar menjadi raja jalanan, beradu kecepatan dengan kompatriotnya dari Kediri, siapa lagi kalau bukan Hasti. Namun pada postingan kali ini kita tidak membicarakan kedigdayaan bus berlivery hijau doreng ini di masa lalu. Tetapi membahas trayek yang sempat dimilikinya. Ponorogo - Denpasar, trayek jarak jauh antar pulau yang mungkin banyak orang tak tau. 

Ntah mulai kapan trayek itu dijalankan. Terdapat beberapa arsip berupa foto selembar karcis. Tertulis jurusan dari Ponorogo sampai Denpasar, lengkap dengan nama PO Dahlia Indah beserta alamat di Plosokandang. Di youtube juga diupload situasi pulau bali dimasa lalu, dan kebetulan satu unit bus berwarna dasar kuning dengan tulisan Dahlia di bagian belakang terkena sorot kamera. Berarti keberadaan trayek ini cukup tua. Dan menciptakan fakta baru jika PO yang dulu dikenal berlivery naga ini bukan hanya sampai pulau andalas, tetapi juga menjangkau sampai pulau dewata. Betapa besarnya PO ini dulu, dan yang tersisa kini hanya cerita kejayaanya dulu.


Dan juga ntah tahun berapa trayek itu dilepas dan jatuh ke tangan Madjoe Gruop. Tetapi saat ditangan Madjoe Group trayek dipangkas menjadi hanya sampai Tulungagung saja. Dengan membuat garasi di area Rejoagung, menjadi satu dengan bengkel reparasinya, Universal Karoseri. Untuk identitas tetap menggunakan nama Dahlia Indah, namun livery dirubah menjadi warna dasar putih dengan striping gradasi warna ungu khas Cendana atau Divisi Pariwisatanya. Dan tentunya dengan tulisan Madjoe Group di buritannya. Seperti menjadi ciri khas perusahaan ini. 

Tetap mengusung kelas Ekonomi non AC, Dahlia Indah dibawah naungan Madjoe Group tetap setia mengantarkan penumpangnya sampai pulau dewata. Tahun 2015 terjadi sedikit perubahan livery, yang awalnya putih diubah menjadi abu - abu dengan kombinasi warna ungu. Dan tak berselang lama kemudian mereka mengubah namanya dari Dahlia Indah menjadi Majoe Berlian. Identitas baru yang menegaskan bahwa dia dibawah naungan PT. Majoe Muda Mandiri bersama nama - nama lain tapi beda divisi seperti Bali Trans, Cendana, Majou Muda Mandiri, dan Sari Indah. Semua unit Majoe Berlian berubah menjadi livery kombinasi abu abu dan ungu. Dan meluncurkan unit AC Tarif Biasa body garapan Universal Karoseri dengan formasi seat 2-2 sebagai gebrakan baru. Sejarah baru tercipta, mungkin dengan kecanggihan teknologi saat ini, bisa dengan mendokumentasikan agar menjadi arsip dimasa yang akan datang.

Dikala masih bernama Dahlia Indah namun livery sudah ciri khas Madjoe Group

Livery Mulai diganti namun nama tetap sama.

Perubahan nama menjadi Majoe Berlian.

Unit ATB, salah satu gebrakan dari Majoe Berlian. 

Dolo Punya Cerita


Artikel ini kelanjutan dari  " Dinginnya Air Terjun Irenggolo". Ya selepas hujan reda, destinasi selanjutnya yang akan dikunjungi yaitu Air Terjun Dolo. Letaknya tidak jauh dari Air Terun Irenggolo. Namun jalan menuju Air Terjun Dolo ini terbilang terjal. Tanjakan curam dan jalan basah selepas hujan membuat jantungku dak dik duk ser. Karena kepikiran ntar pulangnya bagaimana. Sangat sangat curam, menurutku motor matic tidak direkomendasikan lewat sini. Kendaraan harus benar - benar fit jika ingin main kesini dan tentunya skill berkendara yang mumpuni. Karena rawan blong efek rem yang kepanasan. Suasana adem masih menemani, namun disepanjang jalan banyak wisatawan berhenti di pinggir jalan. Ya ga dipungkirin sih, viewnya bagus dan masih alami. 


Setelah memarkirkan motor, kami langsung menuju kamar mandi, efek hawa yang benar - benar dingin. Sangat ramai dan harus mengantri. Slesai dari kamar mandi langsung berangkat menaklukkan ratusan atau malah tembus ribuan tangga menuju aur terjun. Ntah bagaimana cara bangunnya dulu sampai bisa sebanyak itu. Ya walau ada satu titik yang kroak karena longsor dan beberapa pegangan yang hilang ntah kemana. Bekasnya sih patah dan mungkin patahannya diamankan sama pengelola. Banyak pengunjung yang kelelahan sebelum sampai di lokasi air terjun, sangat tidak recomended bagi lansia. Satu demi satu anak tangga kami lewati, mulai terdengar gemuruh air yang jatuh dari ketinggian. Andai saja ada flying fox mungkin lebih cepat sampai, tapi ngeri juga turun pake flying fox dari ketinggian itu. 


Sampailah kami di lokasi air terjun. Badan terasa gerah tapi tidak mengeluarkan keringat efek udara yang dingin. Menurutku emang dingin sih. Kondisinya masih sama persis saat aku datang kesini tahun 2015 yang lalu. Airnya bening dan kelihatan segar. Arusnya lebih kenceng dari Air Terjub Irenggolo. Air terun utamanya ntah berapa meter itu tingginya, yang pasti dalam radius 5 meteran atau lebih, pasti basah terkena percikan airnya. Lalu dibawahnya ada air terjun kecil - kecil. Mungkin setinggi 2 samapi 3 meteran. Batunya juga cukup licin, jadi jika yang ingin main air disini harus hati - hati, kurang direkomendasikan bagi anak kecil main di air, resiko terpleset dan jatuh sangat tinggi. Untuk yang suka fotografi sangat direkomendasikan sekali, air terun yang indah. Kami lebih suka main di trap ketiga dan keempat, karena munurut kami lebih aman dan sedikit pengunjung disitu, sehingga bisa ambil gambar sepuasnya buat bahan story di whatshap maupun instagram. Kalo laper ga bawa bekal, disitu juga ada warung yang buka. Salut buat pemilik warung, jalan kaki saja sudah melelahkan apalagi harus bawa perabot/barang yang akan dijual di warung.


Puas menikmati air terjun, kami memutuskan untuk naik. Ya walaupun ada faktor lain yyang mengharuskan kami naik, awan mulai gelap bertanda akan turun hujan. Terlalu beresiko jika naik dalam kondisi hujan. Tidak seperti turunnya tadi, kami harus berhenti beberapa kali untuk istirahat. Pengunjung lainpun juga sama, bahkan ada yang sampai muntah - muntah efek dari kelelahan. Adapula yang memutuskan tidak jadi turun melihat pengunjung dari bawah memasang wajah pasrah, ya mau gimana lagi jika ingin pulang ya naik. Sampai di parkiran kami memutuskan rehat sejenak. Efek udara dingin membuat uap dari hidung terlihat, dan kepala kami seperti ada asap yang teal. Efek gerah dan lelah jadi satu mungkin. Itulah sepenggal cerita kami, mungkin bisa buat referensi bagi yang ingin berkunjung kesini.

Area Parkir Air Terjun Dolo

Kunjungan awal tahun 2020

Kunjungan Tahun 2015


Dinginnya Air Terjun Irenggolo


Libur tahun baru tlah tiba, scedule sudah disiapkan. Namun sayang ternyata beberapa teman tidak bisa, karena lebih memilih liburan dengan keluarganya. Rencanapun berubah, tujuan pun ditetapkan. Air Terjun Irenggolo, tempat yang inginku kunjungi, karena belum pernah kesana. Air terjun yang terletak di kaki gunung wilis, dekat dengan Air Terjun Dolo. Pukul 8 pagi berangkat dari rumah nyonyaku dengan mengendari motor vario 125 milikinya, Sebenernya rada was - was sih, naik gunung dengan motor matic, tapi mau gimana lagi, my beyond imagination masih rada sakit, terlalu beresiko jika diajak naik gunung. Cuaca cukup cerah kala itu, namun ketika mulai masuk kawasan kaki gunung wilis cuaca berubah menjadi mendung. ya moga - moga tidak hujan.

Sekitar pukul 10 siang sampai dipelataran parkir air terjun irenggolo. Sangat ramai, dan yang saya suka ga ditarik biaya parkir lagi. Cuaca mendung membuat udara terasa dingin dan suasana cenderung berkabut. Tak membuang waktu lama langsung cuss ke bawah menuju air terjunnnya. Sangat ramai pengunjung kala itu, dan juga banyak pedagang juga, jadi yang kelaperan tidak perlu khawatir. 15 menit kemudian sampailah di lokasi air terjun. Yang ku cari pertama adalah kamar mandi, efek udara dingin membuat rasa ingin mengetap sangat tinggi. Sayang sekali di situ hanya ada kamar mandi, yang 1 pintunya rusak jadi ga ada yang pake, satunya lagi rame dipake buat ganti baju abis koceh di air terjun. Akhirnya mau ga mau pakek yang pintunya rusak, kerjasama dengan nyonya untuk pegangin pintunya.

Rasa penasaranku akhirnya terbayar sudah, dan tidak sesuai dengan apa yang ku perkirakan. Kukira mirip Air terjun dolo, ternyata tidak. Airnya cukup pelan sehingga aman buat mandi dibawahnya. Tidak terlalu tinggi juga, tapi dengan bentuk bebatuan seperti itu membuat air yang terjun ke atas tidak langsung ke dasar, melainkan tertahan dulu oleh beberapa batu. Sehingga membuat bentuk yang sedap dipandang. Efek cuaca mendung, air menjadi cukup dingin. Ntah apa yang dirasakan mereka yang mandi di air terjun, yang jelas badanku terasa dingin. Melihat mendung semakin gelap, dan ntah feeling ini mengatakan akan turun hujan, kami bergegas untuk langsung naik. Belum sampai parkiran hujan begitu derasnya menyapa. Kami bertteduh dibawah tenda ntah milik siapa. Melihat situasi kayaknya hujan tidak reda dalam waktu dekat, kami putuskan beli jajanan disekitar kami sambil menunggu hujan reda dan lanjut menuju Air Terjun Dolo.




Minggu, 12 April 2020

Kekuatan Sebuah Persahabatan

"Teman adalah kekuatan" Kata - kata legend dari Patrick Star dalam serial Spongebob Squarpants memang benar adanya. Dan itu benar - benar terjadi di salah satu PO yang berhomebase di Trenggalek. Harapan Baru, PO yang dipimpin oleh 3 orang sahabat, terus menjadi primadona para komuter sepanjang jalur Trenggalek - Banyuwangi.

PO yang berlivery mirip Kuda Tulungagung, namun ditambah striping yang menjadi ciri khasnya. Ya memang cikal bakal Harapan Baru ini dari Harapan Jaya. Alkisah menceritakan Harapan Jaya memiliki trayek Trenggalek - Banyuwangi. Namun kala itu Harapan Jaya ingin fokus dalam pengembangan divisi bus malamnya, akhirnya mereka melepas trayek tersebut serta beberapa unitnya. Dan waktu itu Bapak Tatang ( Owner Tentrem Group) dengan FX Djuari dan rekannya (Alm) Paimin berkenan mengelola manajemen trayek Harapan Jaya jurusan Trenggalek - Malang - Banyuwangi PP. Dan pada tahun 2008 Po. Harapan Jaya jurusan Trenggalek - Malang - Banyuwangi PP resmi berganti nama menjadi Harapan Baru dan bermarkas di Jl. Pahlawan No. 63 Karangsuko Kab. Trenggalek. Pada era transisi banyak unit Harapan Baru yang masih berlivery Harapan Jaya dan ada juga sudah berlivery Harapan Baru namun masih bernama Harapan Jaya. Dan setelah resmi berganti nama semua unit bernama Harapan Baru dan semua armada memiliki nickname masing - masing yang terkesan lucu.

Salah satu unit ketika transisi dari Harapan Jaya ke Harapan Baru


Mereka senantiasa menghadirkan kelas Ekonomi Non AC / Bumel untuk layanannya, ya walaupun sempat menghadirkan uni ber AC, namun tak bertahan lama. Unit yang dimilikinya cukup berumur semua, mulai Nissan CB, Nissan SP, Hino AK3HR dan Hino AK-8, sempat memiliki unit Nissan RB, namun hanya ditugaskan menjadi pemain cadangan walau sekarang ntah kemana unit tersebut. Untuk urusan body, semua made in Tentrem, mulai dari setra, actor, inspiro, max dan yang terbaru Max HDD. 

Seat yang longgar menjadikan daya tarik tersendiri bagi pelanggannya. Ditambah hiburan audio disetiap armadanya. Bersaing dengan banyak PO, mulai dari Madjoe Berlian, Restu, Tentrem, Sumber Lumayan, Akas, Bagong, Ladju dan masih banyak lagi, tetapi PO ini tetap mampu bertahan. Ya harga yang bersaing, pelayanan crew yang ramah, seat yang bisa dipesan jauh hari dan jarak seat yang longgar membuat Harapan Baru tak kehilangan konsumennya. PO yang berjalan di bawah naungan PT. Bhakti Kawan Sejati menunjukkan dengan kekuatan persahabatan yang kuat, maka akan dengan mudah melewati rintangan yang ada.

Berikut ini beberapa armada yang dimiliki PO.Harapan Baru

Thole Jupiter Li 

Pemburu Dolar New Setra

Arjuna Max

Sekar Mangir New Setra

Tombo Ati Actor

Delon Actor

Kanjeng Inspiro

Rembulan Max


Sumber Informasi
Pkoe Harapan Baru (Harapan Baru Lover's) [Grup Facebook]
http://newharapan.multiply.com/photos/album/19/PO.HARAPAN_BARU_JLN.PAHLAWAN_KARANGSUKO_TRENGGALEK

Badai Pasti Berlalu

Virus Corona atau sering juga disebut COVID-19 menyerang Wuhan (China) pada Desember 2019. Ntah dari mana virus ini berasal. Ada yang mengatakan virus ini berasal dari binatang liar seperti kelelawar dan trenggiling, namun ada juga yang menampik pernyataan itu. Ntah dari mana virus ini berasal, biarkan para ilmuwan yang bekerja menguak fakta tentang virus ini. Dan yang paling mengejutkan virus ini merupakan virus jenis baru dan belum ada obat serta vaksi untuk terlindung dari virus ini.

Beberapa bulan setelah kemunculan virus COVID-19, China dibuat sibuk menghentikan penyebaran virus ini. Lockdown diberlakukan untuk memutus penyebaran virus. Tapi ternyata ditemukan beberapa orang yang positif terangkit virus COVID-19 dibeberapa negara. Semua benua ditemukan orang yang positif COVID-19. Dalam beberapa bulan saja terdapat 1,6 juta kasus positif COVID-19 (per 11 April 2020), dari jumlahh tersebut 376.106 orang dilaporkan sembuh. Namun, sebanyak 102.659 orang lainnya meninggal dunia. Sehingga banyak negara yang memberlakukan lockdown. 

Di Indonesia sendiri, kasus pasien positif COVID-19 pertama diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020 oleh Bapak Presiden. Ibu dan anak terjangkit COVID-19 setelah berinteraksi dengan Warga Negara Jepang yang berkunjung di Indonesia. Semenjak hari itu, jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Jumlah pasien positif di Indonesia sebanyak 3.509 kasus (Per 12 April 2020) dengan jumlah sembuh sebanyak 359 orang dan jumlah meninggal sebanyak 373 orang. Sehingga beberapa kota seperti DKI Jakarta dan Depok memberlakukan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Efek dari virus corona di Indonesia sangatlah besar. Mulai efek lesunya perekonomian, terbatasnya kegiatan belajar menggajar, dan efek - efek sosial lainnya. Dunia transportasi juga tekena dampaknya, bus yang melayani AKAP dan AKDP mengalami penurunan penumpang yang signifikan. Bus - bus Pariwisata yang terpaksa libur dan membatalkan semua bokingan karena larangan untuk berkerumun. Sehingga banyak crew bus yang nganggur, banyak PO yang berkurang pendapatannya. Sehingga beberapa PO melakukan penghentian operasional untuk sementara waktu. Ya demi "Ngeman" crew agar tidak tertular dan menecegah penyebaran, walaupun alasan utamanya karena pemasukan kurang sehingga terhitung rugi. 

Ya semoga pandemi ini segera berlalu, biar semua bisa berjalan seperti biasanya. Petani pergi ke sawah, anak - anak belajar di sekolah dan yang nikah bisa digelar hajatannya. Dengan tetap di rumah saja jika tidak ada kepentingan yang mendesak, menggunakan masker, jaga kebersihan dan rajin cuci tangan serta mengikuti himbauan dari pemerintah. Menjaga imun tubuh dengan rajin berolahraga, makan makanan yang bergizi, minum jamu, berjemur dibawah sinar matahari dan tetap berfikir positif dan terus tersenyum, yakinlah badai ini pasti akan berlalu.









Sumber :
https://www.suara.com/tekno/2020/03/27/074500/dua-yang-menjadi-satu-asal-muasal-virus-corona-pemicu-covid-19
https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/11/081500265/update-virus-corona-didunia-11-april--1-6-juta-kasus-376.106-sembuh
https://www.nasional.kompas.com/read/2020/03/03/06314981/fakta-lengkap-kasus-pertama-di-indonesia?page=all
kcov.id/statistik-harian
kawalcovid19.id (Fanspage Facebook)

Sari Mulyo, Dari Empon - Empon Menjadi Bus

 PT. Sari Mulyo Putro, itulah nama resmi dari perusahaan yang menaungi PO. Sari Mulyo. Pemain yang terhitung baru namun memiliki trend posit...