Senin, 20 April 2020

Dari Hijau ke Ungu


Cukup sulit mencari arsip untuk topik kali ini. Keterbatasan alat dokumentasi di masa lalu dan tidak diunggahnya koleksi pribadi menambah sulit untuk dijadikan literasi. Dahlia Indah, PO yang berhombase di dekat kampus STKIP Tulungagung ini siapa yang tidak tau. Pada masanya benar - benar menjadi raja jalanan, beradu kecepatan dengan kompatriotnya dari Kediri, siapa lagi kalau bukan Hasti. Namun pada postingan kali ini kita tidak membicarakan kedigdayaan bus berlivery hijau doreng ini di masa lalu. Tetapi membahas trayek yang sempat dimilikinya. Ponorogo - Denpasar, trayek jarak jauh antar pulau yang mungkin banyak orang tak tau. 

Ntah mulai kapan trayek itu dijalankan. Terdapat beberapa arsip berupa foto selembar karcis. Tertulis jurusan dari Ponorogo sampai Denpasar, lengkap dengan nama PO Dahlia Indah beserta alamat di Plosokandang. Di youtube juga diupload situasi pulau bali dimasa lalu, dan kebetulan satu unit bus berwarna dasar kuning dengan tulisan Dahlia di bagian belakang terkena sorot kamera. Berarti keberadaan trayek ini cukup tua. Dan menciptakan fakta baru jika PO yang dulu dikenal berlivery naga ini bukan hanya sampai pulau andalas, tetapi juga menjangkau sampai pulau dewata. Betapa besarnya PO ini dulu, dan yang tersisa kini hanya cerita kejayaanya dulu.


Dan juga ntah tahun berapa trayek itu dilepas dan jatuh ke tangan Madjoe Gruop. Tetapi saat ditangan Madjoe Group trayek dipangkas menjadi hanya sampai Tulungagung saja. Dengan membuat garasi di area Rejoagung, menjadi satu dengan bengkel reparasinya, Universal Karoseri. Untuk identitas tetap menggunakan nama Dahlia Indah, namun livery dirubah menjadi warna dasar putih dengan striping gradasi warna ungu khas Cendana atau Divisi Pariwisatanya. Dan tentunya dengan tulisan Madjoe Group di buritannya. Seperti menjadi ciri khas perusahaan ini. 

Tetap mengusung kelas Ekonomi non AC, Dahlia Indah dibawah naungan Madjoe Group tetap setia mengantarkan penumpangnya sampai pulau dewata. Tahun 2015 terjadi sedikit perubahan livery, yang awalnya putih diubah menjadi abu - abu dengan kombinasi warna ungu. Dan tak berselang lama kemudian mereka mengubah namanya dari Dahlia Indah menjadi Majoe Berlian. Identitas baru yang menegaskan bahwa dia dibawah naungan PT. Majoe Muda Mandiri bersama nama - nama lain tapi beda divisi seperti Bali Trans, Cendana, Majou Muda Mandiri, dan Sari Indah. Semua unit Majoe Berlian berubah menjadi livery kombinasi abu abu dan ungu. Dan meluncurkan unit AC Tarif Biasa body garapan Universal Karoseri dengan formasi seat 2-2 sebagai gebrakan baru. Sejarah baru tercipta, mungkin dengan kecanggihan teknologi saat ini, bisa dengan mendokumentasikan agar menjadi arsip dimasa yang akan datang.

Dikala masih bernama Dahlia Indah namun livery sudah ciri khas Madjoe Group

Livery Mulai diganti namun nama tetap sama.

Perubahan nama menjadi Majoe Berlian.

Unit ATB, salah satu gebrakan dari Majoe Berlian. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sari Mulyo, Dari Empon - Empon Menjadi Bus

 PT. Sari Mulyo Putro, itulah nama resmi dari perusahaan yang menaungi PO. Sari Mulyo. Pemain yang terhitung baru namun memiliki trend posit...