Artikel ini kelanjutan dari " Dinginnya Air Terjun Irenggolo". Ya selepas hujan reda, destinasi selanjutnya yang akan dikunjungi yaitu Air Terjun Dolo. Letaknya tidak jauh dari Air Terun Irenggolo. Namun jalan menuju Air Terjun Dolo ini terbilang terjal. Tanjakan curam dan jalan basah selepas hujan membuat jantungku dak dik duk ser. Karena kepikiran ntar pulangnya bagaimana. Sangat sangat curam, menurutku motor matic tidak direkomendasikan lewat sini. Kendaraan harus benar - benar fit jika ingin main kesini dan tentunya skill berkendara yang mumpuni. Karena rawan blong efek rem yang kepanasan. Suasana adem masih menemani, namun disepanjang jalan banyak wisatawan berhenti di pinggir jalan. Ya ga dipungkirin sih, viewnya bagus dan masih alami.
Setelah memarkirkan motor, kami langsung menuju kamar mandi, efek hawa yang benar - benar dingin. Sangat ramai dan harus mengantri. Slesai dari kamar mandi langsung berangkat menaklukkan ratusan atau malah tembus ribuan tangga menuju aur terjun. Ntah bagaimana cara bangunnya dulu sampai bisa sebanyak itu. Ya walau ada satu titik yang kroak karena longsor dan beberapa pegangan yang hilang ntah kemana. Bekasnya sih patah dan mungkin patahannya diamankan sama pengelola. Banyak pengunjung yang kelelahan sebelum sampai di lokasi air terjun, sangat tidak recomended bagi lansia. Satu demi satu anak tangga kami lewati, mulai terdengar gemuruh air yang jatuh dari ketinggian. Andai saja ada flying fox mungkin lebih cepat sampai, tapi ngeri juga turun pake flying fox dari ketinggian itu.
Sampailah kami di lokasi air terjun. Badan terasa gerah tapi tidak mengeluarkan keringat efek udara yang dingin. Menurutku emang dingin sih. Kondisinya masih sama persis saat aku datang kesini tahun 2015 yang lalu. Airnya bening dan kelihatan segar. Arusnya lebih kenceng dari Air Terjub Irenggolo. Air terun utamanya ntah berapa meter itu tingginya, yang pasti dalam radius 5 meteran atau lebih, pasti basah terkena percikan airnya. Lalu dibawahnya ada air terjun kecil - kecil. Mungkin setinggi 2 samapi 3 meteran. Batunya juga cukup licin, jadi jika yang ingin main air disini harus hati - hati, kurang direkomendasikan bagi anak kecil main di air, resiko terpleset dan jatuh sangat tinggi. Untuk yang suka fotografi sangat direkomendasikan sekali, air terun yang indah. Kami lebih suka main di trap ketiga dan keempat, karena munurut kami lebih aman dan sedikit pengunjung disitu, sehingga bisa ambil gambar sepuasnya buat bahan story di whatshap maupun instagram. Kalo laper ga bawa bekal, disitu juga ada warung yang buka. Salut buat pemilik warung, jalan kaki saja sudah melelahkan apalagi harus bawa perabot/barang yang akan dijual di warung.
Puas menikmati air terjun, kami memutuskan untuk naik. Ya walaupun ada faktor lain yyang mengharuskan kami naik, awan mulai gelap bertanda akan turun hujan. Terlalu beresiko jika naik dalam kondisi hujan. Tidak seperti turunnya tadi, kami harus berhenti beberapa kali untuk istirahat. Pengunjung lainpun juga sama, bahkan ada yang sampai muntah - muntah efek dari kelelahan. Adapula yang memutuskan tidak jadi turun melihat pengunjung dari bawah memasang wajah pasrah, ya mau gimana lagi jika ingin pulang ya naik. Sampai di parkiran kami memutuskan rehat sejenak. Efek udara dingin membuat uap dari hidung terlihat, dan kepala kami seperti ada asap yang teal. Efek gerah dan lelah jadi satu mungkin. Itulah sepenggal cerita kami, mungkin bisa buat referensi bagi yang ingin berkunjung kesini.
Area Parkir Air Terjun Dolo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar