Jalur Trenggalek dan Ponorogo via Tugu merupakan jalur pegunungan yang penuh dengan tikungan serta kontur jalan tidak rata. Apa lagi jika musim penghujan, tanah longsor menjadi momok utama pengguna jalur ini. Namun semua itu tak menjadi penghalang pemain di jalur ini. Demi mengais rezeki, jalur ini pun mereka taklukkan. Ya mereka adalah duet Jaya, Cendana dan Sahara. Duet Jaya melayani Ponorogo Trenggalek, Sahara melayani Ponorogo Trenggalek Tulungagung/Blitar, dan Cendana melayani trayek Madiun Ponorogo Trenggalek Tulungagung Blitar. Bus medium oldies mereka gunakan sebagai senjata dalam persaingan. Duet Jaya sepertinya mendominasi jalur ini karena jumlah armadanya lebih banyak. Namun walau tak serta merta menjadikan duet Jaya ini menguasai jalur ini, karena masih harus bersaing melawan angkudes ( di Sawoo selalu ngetem bus kecil angkudes ) yang jumlahnya tidak sedikit dan juga kendaraan pribadi yang semakin lama semakin meningkat populasinya. Kelas ekonomi non ac mereka tawarkan kepada semua pelanggan mereka mulai dari anak sekolah, pedagang pasar, ibu ibu yang mau ke pasar dan lain - lain. Semoga saja salah satu dari mereka membuat gebrakan baru sehingga memanaskan persaiangan.
Sahara ( Ponorogo - Trenggalek - Tulungagung / Blitar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar