Semakin hari persaingan mereka semakin memanas. Bisa dilihat pemberangkatan unit mereka di Terminal Gayatri, selalu mepet sampai 3 unit. Kabar mundurnya Pelita Indah semakin berhembus kencang ketika wabah Covid-19 menerjang negri ini, tak ada satupun armada yang keluar kandang. Justru banyak postingan unit PO Bagong berlabelkan Pelita Indah, mulai berangkat, diterminal dan bahkan didalam garasi PO Pelita Indah. Banner pun juga sudah tersebar di media sosial, bahwa PO Bagong akan melayani trayek Trenggalek - Kertosono - Surabaya bekerja sama dengan PO Pelita Indah. Namun sampai sekarang unitnya tak terlihat jalan bahkan ada kabar jika unitnya sudah dijalankan ditrayek lain, dan untuk Trenggalek masih dalam proses. Di kubu PO Harapan Jaya sendiri sudah memperkuat armada divisi Trenggaleknya dengan unit baru Max HDD Mecedes Benz OF 1623 RF dan semua unit divisi Trenggalek di arahkan via Tol. Kejutan datang dari Laksana Karoseri, dimana beredar gambar unit medium berbody Tourista dengan chasis Mercedes Benz OF 917 berlivery dan berlabel PO Pelita Indah, namun bergambar kuda. Sangat jelas disitu jika PO Pelita Indah bekerja sama dengan PO Harapan Jaya dalam pengadaan unit tersebut.
Belum surut dengan kejutan unit Tourista berkuda, muncul lagi postingan ( sepertinya semua unit ) Discovery milik PO Pelita Indah dibawa ke garasi PO Harapan Jaya dengan kabar unit - unit tersebut akan diperbaiki. Sepertinya bigbos PO Pelita Indah lebih memilih bekerja sama dengan sang rival. Diwaktu berikutnya juga mengejutkan banyak orang, semua armada ATB PO Harapan Jaya tidak naik tol semua / via arteri. Kabarnya ada yg protes karena trayek ATB semuanya via arteri tidak via Tol. PO Harapan Jaya ternyata tidak hilang akal. Demi mempertahankan penumpangnya, divisi Patas Jatim diberikan diskon besar - besaran. Tulungagung - Surabaya hanya perlu membayar 30.000 dan untuk start Trenggalek sebesar 35.000. Siapa yang tidak tertarik coba, hanya dengan membayar 30.000 bisa naik Patas dari Tulungagung - Surabaya via Tol dengan armada eks bus malam seperti Mercedes Benz OH 1626 dan Hino RN 285 dengan suspensi udara lagi. MB OH 1626 dan Hino RN 285 di PO lain mungkin masih digunakan untuk armada bus malam, tapi di PO Harapan Jaya dijalankan sebagai Patas Jatim, sesuatu yang wah bagi saya.
Ternyata PO Bagong juga tak tinggal diam. Banyaknya armada PO MIT yang dijual karena kolaps dimanfaatkan juga oleh PO Bagong. PO Bagong mengambil armada gress milik PO MIT yang masih di Karoseri Laksana. Sebanyak 4 unit di datangkan untuk memperkuat amunisi. Dan di akhir tahun 2020 armada Hino RK 8 dengan body Legacy SR2 ECE.R66 HD Prime resmi bertugas memperkuat pasukan ATB Tulungagung - Surabaya. Unit yg biasanya dipakai untuk divisi pariwisata atau bahkan bus malam, oleh PO Bagong ditugaskan menjadi Patas Jatim. Sesuatu langkah yang berani dari PO Bagong untuk memberi perlawanan dalam persaingan. Di tahun 2021 ini kita tunggu saja gebarakan apa lagi yg diberikan oleh kedua PO ini, yg pasti penumpanglah yg diuntungkan oleh persaingan mereka.














