Senin, 11 Januari 2021

Babak Baru Persaingan Dua Oranye


 

Semakin hari persaingan mereka semakin memanas. Bisa dilihat pemberangkatan unit mereka di Terminal Gayatri, selalu mepet sampai 3 unit. Kabar mundurnya Pelita Indah semakin berhembus kencang ketika wabah Covid-19 menerjang negri ini, tak ada satupun armada yang keluar kandang. Justru banyak postingan unit PO Bagong berlabelkan Pelita Indah, mulai berangkat, diterminal dan bahkan didalam garasi PO Pelita Indah. Banner pun juga sudah tersebar di media sosial, bahwa PO Bagong akan melayani trayek Trenggalek - Kertosono - Surabaya bekerja sama dengan PO Pelita Indah. Namun sampai sekarang unitnya tak terlihat jalan bahkan ada kabar jika unitnya sudah dijalankan ditrayek lain, dan untuk Trenggalek masih dalam proses. Di kubu PO Harapan Jaya sendiri sudah memperkuat armada divisi Trenggaleknya dengan unit baru Max HDD Mecedes Benz OF 1623 RF dan semua unit divisi Trenggalek di arahkan via Tol. Kejutan datang dari Laksana Karoseri, dimana beredar gambar unit medium berbody Tourista dengan chasis Mercedes Benz OF 917 berlivery dan berlabel PO Pelita Indah, namun bergambar kuda. Sangat jelas disitu jika PO Pelita Indah bekerja sama dengan PO Harapan Jaya dalam pengadaan unit tersebut.

Belum surut dengan kejutan unit Tourista berkuda, muncul lagi postingan ( sepertinya semua unit ) Discovery milik PO Pelita Indah dibawa ke garasi PO Harapan Jaya dengan kabar unit - unit tersebut akan diperbaiki. Sepertinya bigbos PO Pelita Indah lebih memilih bekerja sama dengan sang rival. Diwaktu berikutnya juga mengejutkan banyak orang, semua armada ATB PO Harapan Jaya tidak naik tol semua / via arteri. Kabarnya ada yg protes karena trayek ATB semuanya via arteri tidak via Tol. PO Harapan Jaya ternyata tidak hilang akal. Demi mempertahankan penumpangnya, divisi Patas Jatim diberikan diskon besar - besaran. Tulungagung - Surabaya hanya perlu membayar 30.000 dan untuk start Trenggalek sebesar 35.000. Siapa yang tidak tertarik coba, hanya dengan membayar 30.000 bisa naik Patas dari Tulungagung - Surabaya via Tol dengan armada eks bus malam seperti Mercedes Benz OH 1626 dan Hino RN 285 dengan suspensi udara lagi. MB OH 1626 dan Hino RN 285 di PO lain mungkin masih digunakan untuk armada bus malam, tapi di PO Harapan Jaya dijalankan sebagai Patas Jatim, sesuatu yang wah bagi saya. 

Ternyata PO Bagong juga tak tinggal diam. Banyaknya armada PO MIT yang dijual karena kolaps dimanfaatkan juga oleh PO Bagong. PO Bagong mengambil armada gress milik PO MIT yang masih di Karoseri Laksana. Sebanyak 4 unit di datangkan untuk memperkuat amunisi. Dan di akhir tahun 2020 armada Hino RK 8 dengan body Legacy SR2 ECE.R66 HD Prime resmi bertugas memperkuat pasukan ATB Tulungagung - Surabaya. Unit yg biasanya dipakai untuk divisi pariwisata atau bahkan bus malam, oleh PO Bagong ditugaskan menjadi Patas Jatim. Sesuatu langkah yang berani dari PO Bagong untuk memberi perlawanan dalam persaingan. Di tahun 2021 ini kita tunggu saja gebarakan apa lagi yg diberikan oleh kedua PO ini, yg pasti penumpanglah yg diuntungkan oleh persaingan mereka.





Ketika Era Bertopi Datang Menyerang Part 2


Yah ini merupakan kelanjutan dari postingan pertama dengan judul yang sama. Kenapa admin memisahkan menjadi 2 part / bagian. Karena menurut admin sendiri wabah "Bertopi" rupanya tak hanya menyerang body bigbus dengan mesin belakang (Seperti Hino RK8, RN25, RM60, Mercedes Benz OH 1626NG, O500RS 1836 dan lainnya). Namun rupanya juga menyerang body bigbus dengan mesin depan, bahkan body untuk medium bus juga terkena wabahnya. 

Bigbus dengan mesin depan biasanya menggunakan lantai/deck dengan ketinggian standar/normal. Yaitu tinggi lantai sama dengan tinggi tempat duduk driver. Peggunaan topi seeprti hanya penambah kesan keren/bagus/kekinian jika dilihat dari luar. Kalo dari dalam admin sendiri tidak tau karena belum pernah masuk, mungkin ketinggiannya sama dengan korden atas biar driver tidak silau. Namun jika diperhatikan ukuran topi untuk bus mesin depan cenderung lebih kecil, mungkin agar penumpang dan driver lebih leluasa melihat ke depan. Tapi untuk body buatan Adi Putro Karoseri sepertinya menerapkan jenis High Deck untuk body mesin depannya, seperti yang sudah - sudah. Untuk bus medium sendiri fungsinya kurang lebih sama dengan penjelasan di atas dan agar tidak ketinggalan trend sehingga konsumen tidak kecewa saat menyewa unit tersebut. Berikut body bertopi yang menggunkan mesin depan dan body medium karya beberapa karoseri di Indonesia.


Max HDD Tentrem

Jetbus MD2+

Jetbus MD3+ Piala Mas

Infinity Deluxe MD Tri Sakti

Rexus MD Piala Mas

Satria Morodadi Prima

Infinity MD Bagong Karoseri


Sebuah Persaingan Baru

 



Dulunya mereka biasa saja, semua berjalan seperti hari hari lainnya. Harapan Jaya masih melayani perlawanan Pelita Indah di jalur Trenggalek - Surabaya. Begitupun Bagong, yang masih bersaing dengan medium lainnya di trayek Trenggalek - Blitar. Mereka juga hanya bersaing di sepanjang jalan Trenggalek Tulungagung. 23 Maret 2019, Bagong merilis armada dan trayek barunya, yups Blitar - Surabaya via Pare/Tol Panjang. Menantang penghuni tunggal jalur tersebut, Rukun Jaya. Dan kesuksesan diraih Bagong serta mampu menundukkan pemain senior jalur ini. Pada bulan Agustus 2019, banyak postingan di grup HJM bahwa Harapan Jaya sedang menyiapkan unit medium dan kabar diakuisisinya trayek Rukun Jaya. Pada 29 November 2019 dilakukan roadtest unit medium Harapan Jaya dan meresmikan pool Harapan Jaya di Blitar. Acara itu seperti meresmikan bahwa Harapan Jaya masuk ke persaingan trayek Blitar - Surabaya via Pare/Tol Panjang. Persaingan kedua PO ini pun dimulai, Bagong dengan senjata Mistubishi Canter FE84G dibalut body Infinty Deluxe Medium dari Tri Sakti dan Bagong Karoseri dan Harapan Jaya bermodalkan Mercedes Benz OF 917 berbalut body Tourista DX garapan Laksana Karoseri serta beberapa unit eks Rukun Jaya yang sedang di perbaiki dan di repaint. Persaingan semakin memanas ketika Bagong melakukan gebrakan. Ternyata pada tanggal 24 Juli 2019 di Kantor PO Bagong di Malang, dilakukan pertemuan antara direktur PO. Bagong dan PO. Pelita Indah untuk pelimpahan trayek 42 unit Surabaya - Tulungagung dan 66 unit Surabaya - Treanggalek. Seperti menjawab keputusan PO. Harapan Jaya yang masuk trayek Bitar - Pare - Surabaya, dimana PO. Bagong cukup sukses di trayek itu. Dan pada 16 November 2019 di Terminal Gayatri Tulungagung, PO. Bagong resmi membuka trayek baru Tulungagung - Kediri - Surabaya via arteri maupun tol. Dengan tetap mempercayakan Mistubishi Canter FE84G berbody Infinty by Bagong Kaoseri, sipa menantang penguasa trayek Tulungagung - Kertosono - Surabaya, Harapan Jaya. Harapan Jaya pun tak tinggal diam, seperti menjawab tantangan dari PO. Bagong, mereka pun juga mendatangkan unit gress Hino AK 215 berbody Discovery Gen 3 (Laksana) dan Max HDD (Tentrem) untuk squad Patas dan ATBnya. Jam Patas via Tol pun juga ditambah, serta meluncurkan ATB Cepat (via tol). Tak sampai disitu, PO. Harapan Jaya pun menambah amunisi dengan menempatkan Mercedes Benz OF 1623 dia kelas ATB Cepat. PO. Bagong pun tak berhenti disitu saja, akhir - akhir ini tersiar kabar bahwa dia akan masuk Trenggalek dengan nama Pelita Indah. Beberapa postingan di grup fb Pelita Indah Mania, bahwa beberapa unit sudah dikirim ke Trenggalek. Kita lihat bagaimana cerita selanjutnya, biarlah mereka bersaing secara sehat, apapun yang teradi tetap penumpang yang diuntungkan atass persaingan penjualan jasa oleh mereka.





Sari Mulyo, Dari Empon - Empon Menjadi Bus

 PT. Sari Mulyo Putro, itulah nama resmi dari perusahaan yang menaungi PO. Sari Mulyo. Pemain yang terhitung baru namun memiliki trend posit...