Minggu, 12 April 2020

Badai Pasti Berlalu

Virus Corona atau sering juga disebut COVID-19 menyerang Wuhan (China) pada Desember 2019. Ntah dari mana virus ini berasal. Ada yang mengatakan virus ini berasal dari binatang liar seperti kelelawar dan trenggiling, namun ada juga yang menampik pernyataan itu. Ntah dari mana virus ini berasal, biarkan para ilmuwan yang bekerja menguak fakta tentang virus ini. Dan yang paling mengejutkan virus ini merupakan virus jenis baru dan belum ada obat serta vaksi untuk terlindung dari virus ini.

Beberapa bulan setelah kemunculan virus COVID-19, China dibuat sibuk menghentikan penyebaran virus ini. Lockdown diberlakukan untuk memutus penyebaran virus. Tapi ternyata ditemukan beberapa orang yang positif terangkit virus COVID-19 dibeberapa negara. Semua benua ditemukan orang yang positif COVID-19. Dalam beberapa bulan saja terdapat 1,6 juta kasus positif COVID-19 (per 11 April 2020), dari jumlahh tersebut 376.106 orang dilaporkan sembuh. Namun, sebanyak 102.659 orang lainnya meninggal dunia. Sehingga banyak negara yang memberlakukan lockdown. 

Di Indonesia sendiri, kasus pasien positif COVID-19 pertama diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020 oleh Bapak Presiden. Ibu dan anak terjangkit COVID-19 setelah berinteraksi dengan Warga Negara Jepang yang berkunjung di Indonesia. Semenjak hari itu, jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Jumlah pasien positif di Indonesia sebanyak 3.509 kasus (Per 12 April 2020) dengan jumlah sembuh sebanyak 359 orang dan jumlah meninggal sebanyak 373 orang. Sehingga beberapa kota seperti DKI Jakarta dan Depok memberlakukan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Efek dari virus corona di Indonesia sangatlah besar. Mulai efek lesunya perekonomian, terbatasnya kegiatan belajar menggajar, dan efek - efek sosial lainnya. Dunia transportasi juga tekena dampaknya, bus yang melayani AKAP dan AKDP mengalami penurunan penumpang yang signifikan. Bus - bus Pariwisata yang terpaksa libur dan membatalkan semua bokingan karena larangan untuk berkerumun. Sehingga banyak crew bus yang nganggur, banyak PO yang berkurang pendapatannya. Sehingga beberapa PO melakukan penghentian operasional untuk sementara waktu. Ya demi "Ngeman" crew agar tidak tertular dan menecegah penyebaran, walaupun alasan utamanya karena pemasukan kurang sehingga terhitung rugi. 

Ya semoga pandemi ini segera berlalu, biar semua bisa berjalan seperti biasanya. Petani pergi ke sawah, anak - anak belajar di sekolah dan yang nikah bisa digelar hajatannya. Dengan tetap di rumah saja jika tidak ada kepentingan yang mendesak, menggunakan masker, jaga kebersihan dan rajin cuci tangan serta mengikuti himbauan dari pemerintah. Menjaga imun tubuh dengan rajin berolahraga, makan makanan yang bergizi, minum jamu, berjemur dibawah sinar matahari dan tetap berfikir positif dan terus tersenyum, yakinlah badai ini pasti akan berlalu.









Sumber :
https://www.suara.com/tekno/2020/03/27/074500/dua-yang-menjadi-satu-asal-muasal-virus-corona-pemicu-covid-19
https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/11/081500265/update-virus-corona-didunia-11-april--1-6-juta-kasus-376.106-sembuh
https://www.nasional.kompas.com/read/2020/03/03/06314981/fakta-lengkap-kasus-pertama-di-indonesia?page=all
kcov.id/statistik-harian
kawalcovid19.id (Fanspage Facebook)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sari Mulyo, Dari Empon - Empon Menjadi Bus

 PT. Sari Mulyo Putro, itulah nama resmi dari perusahaan yang menaungi PO. Sari Mulyo. Pemain yang terhitung baru namun memiliki trend posit...